SIMPB
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026
Tugas Akhir

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
Menggunakan Framework Laravel 12

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15
SIMPB
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026
Tugas Akhir

BAB I
PENDAHULUAN

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15
01 Pendahuluan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
1.1 / Latar Belakang — Mengapa sistem perlu dikembangkan

Sistem manajemen proyek telah tersedia, tetapi proses billing
dan kontrol operasional belum sepenuhnya terintegrasi.

Billing Terpisah
Proses penagihan masih dikelola menggunakan Google Sheet dan Google Drive di luar sistem manajemen proyek.
1–2 hari per tagihan
Reminder Manual
Status pembayaran masih dipantau dan diingatkan secara manual melalui WhatsApp.
Hingga 1 bulan keterlambatan
Otorisasi Belum Kuat
Pembatasan hak akses pada sistem sebelumnya dilakukan pada level antarmuka dan belum memiliki validasi otorisasi di sisi server.
Validasi server-side diperlukan
Dampak Operasional
Inefisiensi operasional
Keterlambatan pembayaran
Komunikasi klien menjadi kurang rapi
Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan sistem yang mengintegrasikan manajemen proyek, billing, reminder, dan kontrol hak akses dalam satu aplikasi.
15
01 Pendahuluan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
1.2 / Identifikasi Masalah — Masalah yang ditemukan

Lima hambatan utama pada proses manajemen
proyek dan penagihan.

01
Sistem Terpisah
Manajemen proyek dan billing belum terintegrasi dalam satu sistem.
02
Reminder Manual
Pemantauan pembayaran masih dilakukan manual melalui WhatsApp — terlambat hingga 1 bulan.
03
Akses Tidak Aman
Hak akses hanya dibatasi di antarmuka — tanpa validasi server-side, data dapat dimanipulasi di luar kewenangan.
04
Approval Tidak Terpantau
Belum tersedia mekanisme notifikasi permintaan approval kepada pimpinan.
05
Blast Message Belum Tersedia
Belum ada pengingat pembayaran massal — pengiriman dapat dilakukan terjadwal atau langsung.
Permasalahan tersebut menjadi dasar pengembangan sistem terintegrasi untuk manajemen proyek, billing, reminder, approval, dan kontrol hak akses.
15
01 Pendahuluan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
1.3 / Cakupan Penelitian — Pembatasan Lingkup Penelitian

Batasan cakupan sistem yang dikembangkan pada penelitian ini — mencakup apa yang dibangun, platform, dan apa yang tidak termasuk.

Lingkup Pengembangan

Berfokus pada pengembangan fungsional sistem berbasis web untuk manajemen proyek, billing, client reminder, dan notifikasi approval menggunakan Laravel, JavaScript, dan Tailwind CSS, dengan data internal PT Guna Teknologi Nusantara.

Metode & Pengujian

Pengembangan menggunakan Scrum dalam 5 sprint berdurasi 7–8 hari, dengan Admin sebagai Product Owner dan peneliti sebagai Scrum Master sekaligus Developer. Pengujian mencakup Unit Testing, SIT, dan UAT.

Di Luar Cakupan

Tidak mencakup pengujian keamanan dan kinerja secara mendalam, aplikasi mobile, migrasi data menyeluruh, evaluasi penggunaan jangka panjang, maupun penyusunan dokumentasi teknis lengkap.

Pembatasan penelitian ditetapkan agar pengembangan sistem tetap terarah pada kebutuhan utama perusahaan dan sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
15
01 Pendahuluan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
1.4 / Rumusan Masalah & Tujuan Penelitian — Rumusan Masalah pokok yang menjadi acuan penelitian

Dua pertanyaan utama yang menjadi arah
pengembangan dan evaluasi sistem.

Perancangan Sistem
Bagaimana merancang sistem manajemen proyek dan Billing berbasis Laravel 12 dengan Agile Scrum?
Merancang arsitektur Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing berbasis Laravel 12 menggunakan Agile Scrum.
Pengujian Sistem
Bagaimana implementasi dan pengujian sistem mendukung SOP serta penerimaan pengguna?
Mengimplementasikan dan menguji sistem menggunakan Unit Testing, SIT, dan UAT untuk menilai kesesuaian fungsi dan penerimaan pengguna.
Rumusan masalah dan tujuan penelitian menjadi dasar arah perancangan, implementasi, dan pengujian sistem.
15
SIMPB
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026
Tugas Akhir

BAB II
LANDASAN TEORI

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15
02 Landasan Teori Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
2.1 / Teori dan Penelitian Terdahulu — Penelitian dan teori yang menjadi acuan

Penelitian terdahulu dan landasan teori sebagai acuan pengembangan sistem.

Penelitian Yang Relevan

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sistem manajemen proyek berbasis web mampu meningkatkan kolaborasi, monitoring progres, notifikasi, dan efisiensi pengelolaan proyek. Metode yang digunakan beragam, seperti Waterfall, RAD, dan Scrum.

Teori Yang Digunakan

1. Analisis dan Metode

  • Metode pengumpulan data dengan wawancara, studi literatur, dan observasi
  • Metode analisis data dengan PIECES
  • Metode pengembangan sistem dengan Scrum

2. Pengembangan

  • Laravel 12
  • Tailwind CSS & Alpine.js
  • MYSQL & PHP 8.3

3. Pengujian

  • Unit Testing
  • System Integration Testing
  • User Acceptance Testing
Penelitian terdahulu dan landasan teori tersebut menjadi acuan dalam analisis, pengembangan, dan pengujian sistem.
15
SIMPB
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026
Tugas Akhir

BAB III
METODE PENELITAN

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15
03 Metode Penelitian Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
3.1 / Metode Penelitian — Kerangka Penelitian serta Tahapan pengumpulan dan analisis data

Pengumpulan dan analisis data sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pengembangan sistem.

Kerangka Penelitian

Penelitian dimulai dari identifikasi masalah dan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan analisis kebutuhan menggunakan PIECES. Hasil analisis menjadi dasar pengembangan sistem dengan Scrum, lalu sistem diuji menggunakan Unit Testing, SIT, dan UAT.

Pengumpulan Data
  • Wawancara
  • Observasi
  • Studi literatur
Analisis PIECES
  • Performance
  • Information
  • Economic
  • Control
  • Efficiency
  • Service
Hasil pengumpulan dan analisis data digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pengembangan sistem.
15
03 Metode Penelitian Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
3.1 / Pengembangan Sistem — Metode dan tahapan pengembangan

Pengembangan sistem dilakukan secara iteratif menggunakan kerangka kerja Scrum.

Agile Scrum

Penelitian ini menggunakan pendekatan Agile dengan kerangka kerja Scrum. Pengembangan dibagi menjadi lima sprint agar kebutuhan sistem dapat dikerjakan secara bertahap dan dievaluasi pada setiap iterasi.

Product Backlog

Product Backlog digunakan untuk mencatat dan memprioritaskan kebutuhan sistem dari hasil analisis. Item backlog kemudian dikelompokkan ke dalam lima sprint berdasarkan fungsi dan kompleksitas pengembangan.

5 Sprint
  • Sprint 1 — Autentikasi, RBAC, Tim & Klien
  • Sprint 2 — Proyek, Tugas & Approval
  • Sprint 3 — Billing, Invoice, Pembayaran & Master Layanan
  • Sprint 4 — Blast Message, Reminder, Otomatisasi & Notifikasi
  • Sprint 5 — Log Aktivitas, Laporan, Kalender & Pengaturan Sistem
Product Backlog menjadi dasar pembagian kebutuhan sistem ke dalam lima sprint pengembangan.
15
03 Metode Penelitian Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
3.1 / Perancangan Sistem — Metode dan tahapan perancangan

Perancangan sistem digunakan sebagai acuan implementasi dan pengujian fungsional sistem.

Perancangan Sistem

1. Flowchart

Menggambarkan alur proses utama sistem, mulai dari autentikasi pengguna hingga akses fungsi berdasarkan peran dan hak akses.

2. Activity Diagram

Menggambarkan urutan aktivitas pada proses tertentu, seperti manajemen tugas, penerbitan invoice, autentikasi, dan pengiriman blast message.

3. ERD & Rancangan Basis Data

Menggambarkan struktur entitas, atribut, serta hubungan antar tabel sebagai dasar implementasi basis data pada sistem.

Tahapan Pengujian
  • 1. Unit Testing

    Menguji fungsi unit pada sistem.

  • 2. System Integration Testing

    Menguji integrasi antara fitur pada sistem.

  • 3. User Acceptance Testing

    Menguji penerimaan pengguna pada sistem.

Perancangan sistem digunakan sebagai acuan implementasi, sedangkan pengujian digunakan untuk memverifikasi fungsi sistem sesuai kebutuhan.
15
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026

Use Case Diagram

Database Diagram

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15
SIMPB
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026
Tugas Akhir

BAB IV
HASIL DAN IMPLEMENTASI

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15
04 Hasil dan Implementasi Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing

Hasil Implementasi Antarmuka Sistem

Halaman Login

Halaman Login

Halaman Dashboard

Halaman Dashboard

Halaman Proyek

Halaman Proyek

Halaman Penagihan

Halaman Penagihan

Halaman Pengingat

Halaman Pengingat

Halaman Master Data

Halaman Master Data
04 Hasil dan Implementasi Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
4.2 / Pengujian Sistem — Tahapan pengujian

Hasil pengujian menunjukkan fungsi utama sistem berjalan sesuai rancangan dan kebutuhan pengguna.

Unit Testing
413 / 413
Kasus Uji Lulus
597
Assertions
System Integration Testing
66 / 66
Kasus Uji Lulus
100%
Keberhasilan
User Acceptance Testing
42 / 44
Kasus Uji Lulus
95,45%
Keberhasilan
116 / 140 — 82,86%
Skor Kuesioner UAT
Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsi utama sistem telah berjalan sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
15
04 Hasil dan Implementasi Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
4.3 / Hasil dan kendala - Hasil dan kendala selama penelitian

Sistem telah memenuhi sebagian besar kebutuhan pengguna sesuai ruang lingkup penelitian, namun ada temuan dan keterbatasan.

Hasil
  • Sistem mengintegrasikan pengelolaan proyek, tugas, billing, pembayaran, reminder, dan hak akses berbasis peran.

  • Unit Testing dan SIT menunjukkan fungsi teknis utama berjalan sesuai skenario pengujian yang telah ditetapkan.

  • UAT menghasilkan 42 dari 44 skenario lulus, sedangkan dua temuan digunakan sebagai dasar perbaikan mekanisme pengajuan dan persetujuan tugas.

Kendala
  • Integrasi antarmodul cukup kompleks karena sistem mencakup proyek, tugas, penagihan, pembayaran, pengingat, dan pembatasan akses.

  • Beberapa fitur membutuhkan konfigurasi layanan eksternal dan kondisi data tertentu agar proses pengujian dapat dilakukan.

  • Pelaksanaan UAT memerlukan penyesuaian waktu karena melibatkan responden dengan peran dan tanggung jawab yang berbeda.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsi utama sistem telah berjalan sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
15
SIMPB
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026
Tugas Akhir

BAB V
PENUTUP

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15
05 Penutup Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing
5.1 / Kesimpulan dan Saran

Sistem telah dikembangkan dan diuji sesuai ruang lingkup penelitian serta kebutuhan pengguna.

Kesimpulan
  • Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing berhasil dirancang dan dikembangkan menggunakan Laravel 12 dengan kerangka kerja Scrum yang disesuaikan dengan konteks penelitian. Sistem mengintegrasikan pengelolaan proyek, tugas, klien, invoice, pembayaran, reminder, serta hak akses berbasis peran.

  • Hasil pengujian menunjukkan 413 kasus unit testing berhasil, SIT mencapai 66 dari 66 skenario, dan UAT memperoleh 42 dari 44 skenario lulus atau 95,45%. Kuesioner UAT memperoleh skor 116 dari 140 atau 82,86%.

Saran
  • Uji ulang perbaikan alur pengajuan dan persetujuan tugas.

  • Tingkatkan keandalan layanan pihak ketiga dan proses otomatis.

  • Perluas pengujian keamanan, beban, stres, dan skalabilitas.

  • Lengkapi dokumentasi teknis, API, dan panduan pengguna.

  • Lakukan evaluasi before-after pada indikator PIECES.

Hasil penelitian menjadi dasar untuk pengembangan dan evaluasi sistem pada tahap selanjutnya.
15
SIMPB
SKRIPSI · SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA · 2026
Tugas Akhir

TERIMA KASIH

Mahasiswa
I KOMANG ARY ANTARA
NIM 2203020049
Studi Kasus
PT GUNA TEKNOLOGI NUSANTARA
Program Studi
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
15