Berfokus pada pengembangan fungsional sistem berbasis web untuk manajemen proyek, billing, client reminder, dan notifikasi approval menggunakan Laravel, JavaScript, dan Tailwind CSS, dengan data internal PT Guna Teknologi Nusantara.
Pengembangan menggunakan Scrum dalam 5 sprint berdurasi 7–8 hari, dengan Admin sebagai Product Owner dan peneliti sebagai Scrum Master sekaligus Developer. Pengujian mencakup Unit Testing, SIT, dan UAT.
Tidak mencakup pengujian keamanan dan kinerja secara mendalam, aplikasi mobile, migrasi data menyeluruh, evaluasi penggunaan jangka panjang, maupun penyusunan dokumentasi teknis lengkap.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sistem manajemen proyek berbasis web mampu meningkatkan kolaborasi, monitoring progres, notifikasi, dan efisiensi pengelolaan proyek. Metode yang digunakan beragam, seperti Waterfall, RAD, dan Scrum.
1. Analisis dan Metode
2. Pengembangan
3. Pengujian
Penelitian dimulai dari identifikasi masalah dan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan analisis kebutuhan menggunakan PIECES. Hasil analisis menjadi dasar pengembangan sistem dengan Scrum, lalu sistem diuji menggunakan Unit Testing, SIT, dan UAT.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Agile dengan kerangka kerja Scrum. Pengembangan dibagi menjadi lima sprint agar kebutuhan sistem dapat dikerjakan secara bertahap dan dievaluasi pada setiap iterasi.
Product Backlog digunakan untuk mencatat dan memprioritaskan kebutuhan sistem dari hasil analisis. Item backlog kemudian dikelompokkan ke dalam lima sprint berdasarkan fungsi dan kompleksitas pengembangan.
1. Flowchart
Menggambarkan alur proses utama sistem, mulai dari autentikasi pengguna hingga akses fungsi berdasarkan peran dan hak akses.
2. Activity Diagram
Menggambarkan urutan aktivitas pada proses tertentu, seperti manajemen tugas, penerbitan invoice, autentikasi, dan pengiriman blast message.
3. ERD & Rancangan Basis Data
Menggambarkan struktur entitas, atribut, serta hubungan antar tabel sebagai dasar implementasi basis data pada sistem.
1. Unit Testing
Menguji fungsi unit pada sistem.
2. System Integration Testing
Menguji integrasi antara fitur pada sistem.
3. User Acceptance Testing
Menguji penerimaan pengguna pada sistem.
Use Case Diagram

Database Diagram

Halaman Login

Halaman Dashboard

Halaman Proyek

Halaman Penagihan

Halaman Pengingat

Halaman Master Data

Sistem mengintegrasikan pengelolaan proyek, tugas, billing, pembayaran, reminder, dan hak akses berbasis peran.
Unit Testing dan SIT menunjukkan fungsi teknis utama berjalan sesuai skenario pengujian yang telah ditetapkan.
UAT menghasilkan 42 dari 44 skenario lulus, sedangkan dua temuan digunakan sebagai dasar perbaikan mekanisme pengajuan dan persetujuan tugas.
Integrasi antarmodul cukup kompleks karena sistem mencakup proyek, tugas, penagihan, pembayaran, pengingat, dan pembatasan akses.
Beberapa fitur membutuhkan konfigurasi layanan eksternal dan kondisi data tertentu agar proses pengujian dapat dilakukan.
Pelaksanaan UAT memerlukan penyesuaian waktu karena melibatkan responden dengan peran dan tanggung jawab yang berbeda.
Sistem Informasi Manajemen Proyek dan Billing berhasil dirancang dan dikembangkan menggunakan Laravel 12 dengan kerangka kerja Scrum yang disesuaikan dengan konteks penelitian. Sistem mengintegrasikan pengelolaan proyek, tugas, klien, invoice, pembayaran, reminder, serta hak akses berbasis peran.
Hasil pengujian menunjukkan 413 kasus unit testing berhasil, SIT mencapai 66 dari 66 skenario, dan UAT memperoleh 42 dari 44 skenario lulus atau 95,45%. Kuesioner UAT memperoleh skor 116 dari 140 atau 82,86%.
Uji ulang perbaikan alur pengajuan dan persetujuan tugas.
Tingkatkan keandalan layanan pihak ketiga dan proses otomatis.
Perluas pengujian keamanan, beban, stres, dan skalabilitas.
Lengkapi dokumentasi teknis, API, dan panduan pengguna.
Lakukan evaluasi before-after pada indikator PIECES.